PROUD TO BE INDONESIAN - MPR RI AJAK NETIZEN BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL


Sudah ga perlu diragukan lagi, kalo ditanya,  bangga ga sih jadi orang indonesia, saya teriak paling keras sangat bangga ! Indonesia itu indah sampai ada kiasan tuhan tersenyum ketika membuat Bangsa Indonesia. Berbagai suku, budaya yang bermacam - macam membuat bangsa indonesia kuat dan kaya.
Kecintaan saya terhadap bangsa indonesia yang beragam suku dan budayanya menggugah saya untuk menjelajahi setiap pulau dan belajar akan kebudayaan Indonesia. Toraja merupakan suku yang terkenal akan ritual pemakamannya, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya yang khas menjadikan toraja menarik perhatian, berawal dari sinilah kecintaan saya terhadap indonesia semakin kuat, tak hanya kebudayaan, alam yang subur dan indah seakan menghipnotis saya untuk terus menjelajahi Indonesia.

Alam dan budaya Indonesia bisa kita lihat di Instagram, Twitter, Facebook, Youtube dan media sosial lainya. media sosial saat ini sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan karakter bangsa. sempat heboh berita ketika microsoft mengeluarkan laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) pada bulan februari tahun ini, microsof mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Dalam riset tersebut warga Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara atau bisa disebut paling tidak sopan.


Proud to be Indonesian, MPRI RI mengajak kita untuk bijak bermedia sosial dalam mewujudkan karakter bangsa melalui #netizengathering di semarang, alhamdulilah saya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. dalam acara tersebut telah hadir Ibu Siti Fauziah,SE.MM selaku Kepala Biro Hubungan masyarakat dan sistem informasi secretariat jendal MPR RI beserta Bapak Budi Muliawan,SH.MH Selaku Kepala Bagian pemberitaan dan hubungan antar Lembaga secretariat jendral.

Bapak Budi Muliawan,SH.MH merefresh kita kembali sejarah tebentuknya bangsa Indonesia, dan Ibu Siti Fauziah mengingatkan kembali tentang empat pilar kebangsaan, ada yang tau empat pilar kebangsaan ? 

  1. PANCASILA - Pancasila merupkan ideologi dasar negara Indonesia, kita pasti sudah hafal dong dengan pancasila. Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan Beradap, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  2. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kenapa tidak UUD 1945 karena setelah amandemen UUD 1945 Sudah berubah menjadi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, jangan sampai keliru ya.
  3. NKRI - Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri dari Sabang sampai Merauke menganut sistem desentralisasi. dimana pemerintah daerah boleh menjalankan otonomi seluas - luasnya di luar bidang pemerintahan oleh undang - undang ditentukan oleh urusan pemerintah pusat sesuai pasal 18 UUD 1945.
  4. BHINEKA TUNGGAL IKA - Bhineka tunggal ika merupakan gambaran dari bangsa indonesia. Adapun, Bhina artinya pecah, Ika artinya itu, Tunggal artinya satu, sehingga Bhinka Tunggal Ika berarti terpecah itu Satu.
Empat pilar kebangsaan di atas harus kita junjung tinggi dalam kehidupan sehari - hari maupun bermedia sosial. Jangan sampai kita terpecah karena ada profokasi di media sosial, kita termakan hoax yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu bagaimana agar kita terhindar dari hoax di media sosial.
  1. Hati - hati dengan judul provokatif. Berita Hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, sebaiknya kita mecari refrensi berupa berita serupa dari situs online resmi kemudian bandingkan isinya apakah sama atau berbeda. dengan membandingkan kita bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.
  2. Cermati alamat situs - Cermati sumber berita, pastikan informasi yang diperoleh terverifikasi sebagai situs resmi.
  3. Periksa Fakta - yang perlu kita amati adalah perbedaan antara fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.
  4. Cek keaslian konten - Konten berupa gambar dan Video juga sering dimanipulasi, jika konten foto kita bisa cek keaslian beritanya dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar - gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan kebenarannya.
Dengan beberapa hal yang harus dicermati diatas kita harapkan bisa bijak dalam bermedia sosial, jangan langsung share ke whatsup group jika informasi yang kita terima belum pasti kebenarannya, terapkan selalu Empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kalian ingin tau informasi lebih lanjut tentang MPR RI bisa chek media sosialnya.

Instagram : mprgoid
Twitter : mprgoid
Youtube : mprgoid

Tidak ada komentar