
Saat sendiri q berangan, kapan prahu
ini akan berlabuh,
Jenuh kala itu q rasakan, sepi, hanya
Tumpukan kertas dan buku teman untuk ku bersandar,
Dinginnya malam begitu saja aku
rasakan,
panasnya siang begitu saja aku lewatkan,
mungkin ini waktu yang tepat untuk aku berlayar,
berlayar menghampiri dermaga yang
selama ini aku impikan,
kini rasa itu tlah hilang dan tak
dapat ku rasakan, seperti apa aku harus bertahan,
begitu sulit menggembalikan rasa yang
telah lama hilang, seperti buku bekas yang berdebu dan usang,
ingin rasanya meniup sekeras mungkin
agar debu yang menyelimut itu hilang,
agar aku dapat menggoreskan tinta di
lembaran hati yang menggumpal,
Seperti apakah cinta yang akan ku
kejar, Perlahan aku berlayar, terus tanpa tau arah dan tujuan,
Sayup – sayup terlihat sesosok gadis yang
bersinar bagikan peri tak bersayap yang selama ini ku bayangkan, menggoda dan mampu
menggoyahkan hati yang lama usang
Mampukah aku bertahan, menggoreskan
benih-benih rasa ke dalam relung jiwa yang tak mampu mengenal arti sayang.
Iki puisi, prosa atau lirik Kang///
BalasHapussalam kenal yo Kang
**************************************************
Ini Puisi mas, iya salam kenal juga, ikut LBI juga ya..?
BalasHapus